Dunia Sedang Sakit
“Jabar Bermasker – Jabar Berbagi Motivasi Kreatif”
Judul Artikel/Puisi: Dunia Sedang Sakit
Nama Lengkap: Dede Nabila Rahmah
Nomor Induk Siswa (NIS): 10331
Asal Sekolah: SMA N 1 PALIMANAN
What’s up world?
Kurang dari kata baik, Dunia Sedang Sakit
Corona Virus Disease (COVID-19) adalah penyakit mematikan tanpa menyentuh, menurut informasi yang pernah saya baca Pada tanggal 31 Desember 2019, World Health Organization (WHO) mendapatkan informasi mengenai kasus pneumonia yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina. Penyakit ini sudah menyebar ke negara-negara yang ada di dunia, termasuk Indonesia. (22 september 2020, https://www.cigna.co.id/health-wellness/yang-perlu-anda-ketahui-tentang-coronavirus )
Di Indonesia sudah termasuk penyumbang besar yang terkena dampak COVID-19.
Laporan Jumlah pasien Covid 19 Minggu 27 September 2020, total jumlah pasien Positif Covid-19 sebanyak 275.213 kasus. Untuk Pasien sembuh total sampai hari ini telah mencapai sebanyak 203.014 kasus. Untuk Pasien meninggal hingga hari ini mencapai 10.386 kasus. (27 september 2020, https://amp.kompas.com/nasional/read/2020/09/27/15212011/update-27-september-3874-kasus-baru-total-kasus-covid-19-di-indonesia-capai)
Semakin bertambah jumlah yang terkena Penyakit COVID-19 semakin membuat masyarakat khawatir, banyak berita yang saya dengar dan liat di media sosial bahwa desa-desa sudah ditutup jalan masuk desa nya. Sungguh memperihatinkan selama berbulan-bulan ini.
Dunia ini sedang diberikan ujian yang sangat berat dari Allah SWT. Banyak sekali kerugian yang kita dapatkan, contohnya banyak orang yang meninggal dunia karena terkena penyakit ini, perekonomian masyarakat menurun, pendidikan terhambat, dan ibadah juga terhambat. Tapi dibalik dari semua yang terjadi ini banyak hikmah, pertama mendekatkan kita kepada sang maha pembuat kita/ Allah SWT. Yang kedua Mendekatkan kita pada keluarga, yang ketiga kita menjadi peduli kesehatan dan lingkungan, yang keempat polusi udara semakin membaik, dan peduli antara sesama.
Saya ingin berbagi kisah sedikit, banyak keluarga yang hanya memprioritaskan pekerjaan dan uang, memang tujuan mereka untuk membahagiakan kita, mungkin mereka pikir dengan kita mempunyai banyak uang hidup kita sudah lebih lebih bahagia, tapi salah. Memang kita membutuhkan uang, tapi kita juga membutuhkan kasih sayang mereka, banyak remaja yang terpenuhi kebutuhan jasmani nya (makan, minum, uang, dan berbagai fasilitas lainnya) tapi mereka tidak terpenuhi kebutuhan rohaninya, sikap mereka lebih arogan, lebih bebas, lebih seenaknya saja, dan masih banyak lainnya. Dimohon untuk orang tua yang ingin anaknya tidak melakukan hal-hal yang nakal di luar batas, membuat kalian sakit kepala saat mengetahui nya atau lainnya untuk lebih memberikan kasih sayang lebih, jadi kesimpulannya, kita harus berikan kasih sayang dan kebutuhan materi yang seimbang. Inilah kesempatan untuk memperbaiki hubungan kalian dengan keluarga kalian.
Berbulan-bulan di rumah saja itu sungguh bosan, awalnya saya sangat senang bisa libur lebih lama, tidak ada Ujian Nasional (UN), dan ujian sekolah. Tapi kalau dipikir-pikir lagi tidak jadi nya UN dan ujian-ujian sekolah membuat saya sedikit kecewa, karena apa? Karena saya sudah menyiapkan dari awal masuk kelas 9, usaha yang sia-sia, 1 Minggu sebelum pelaksanaan ujian sekolah pihak sekolah memberi tahu bahwa ditiadakan UN dan ujian-ujian sekolah pada tahun ini, Allah SWT memang maha pemurah, Allah tidak ingin umat nya dalam kesusahan yang sangat-sangat susah, tahun 2020 UN terakhir dan tingkat kesulitannya juga lebih tinggi.
Aku sering berteriak, “Kapan semuanya berakhir..”
Untuk meluapkan emosi ku karena terlalu sedih dengan semua ini.
Dan ada juga suka nya selama pandemi, diantaranya memperbaiki hubungan aku dengan mama, teteh dan bapa. Biasanya mereka semua kerja, ya memang pulang kerja mereka ngga malam tapi sore, tapi tetap saja aku merasa sedih di rumah sendiri. Beberapa bulan sebelum New Normal, mama libur kerjanya, aku memanfaatkan kesempatan ini, aku dan mama sama-sama memasak di pagi-pagi buta, disela-sela masak aku bercerita banyak tentang keseruan aku dan teman-teman menyiapkan pagelaran bersama-sama, dan aku menanyakan resep makanan, mama pun menanggapi cerita ku dan menjawab pertanyaan aku tentang resep makanan, tawa terdengar sangat keras disela-sela masak, aku sungguh bahagia meskipun sederhana, kita bertiga membagi tugas masing-masing, aku bagian nyapu dan ngepel, teteh bagian bersihin kamar mandi, dan mama bagian dapur. Waktu ku bersama bapa itu sangat bermanfaat, bapa sering menceritakan sejarah-sejarah zaman nabi-nabi, sejarah suatu negara, dan banyak lainnya, meskipun sederhana sekali tapi aku sangat bersyukur kepada Allah SWT. Yang masih memberikan kebahagiaan yang sangat luar biasa.
Untuk kalian yang udah bosen di rumah aja, banyak cara untuk buang bosen itu, contoh buat cerita pendek atau cerita lainnya. Belajar bahasa negara-negara, perdalam ilmu memasak kalau yang ingin menjadi istri idaman, jualan online, dan masih banyak lainnya, intinya hal yang dilakukan nya itu positif. Jangan patah semangat ya untuk kalian yang belajar di rumah! Inget usaha tak mengkhianati hasil, kalau usaha nya belum berhasil coba lagi dan koreksi ulang apa yang perlu di perbaiki, kita sama-sama belajar lebih lagi. Dan jangan lupa tetap stay safe dan patuhi protokol kesehatan yang ada. Pakai masker jika berpergian dari rumah dan pakai Hand sanitizer juga ya temen-temen.
Ciayo! 加油/ Semangat!
#JabarBermaskerChallenge
#JabarBermaskerChallenge_Blog Artikel/Puisi
#KeepChenghar
#JabarSemangatBDR
#JabarBahagiaBDR
#Sahabatikomdik
#fisca#nabilahputri#siska
Komentar
Posting Komentar